Selasa, 30 April 2013

Peraturan Permainan Bola Tangan


INTERNATIONAL
HANDBALL
FEDERATION
Rules of the Game

Peraturan Permainan
1.    Peraturan 1 Lapangan Permainan              
2.    Peraturan 2 Waktu permainan, be] akhir, clan Time Out      
3.    Peraturan 3 Bola                              
4.    Peraturan 4 Tim, Pergantian pemain,dan Perlengkapan      
5.    Peraturan 5 Penjaga Gawang                      
6.    Peraturan 6 Wilayah Gawang                      
7.    Peraturan 7 Memainkan Bola clan Germain Pasif          
8.    Peraturan 8 Pinalti dan Permainan Tidak Sportif          
9.    Peraturan 9 Gol                              
10.  Peraturan 10 Lemparan Awal                      
11.  Peraturan 11 Lemparan Kedalam                      
12.  Peraturan 12 Lemparan Kiper                      
13.  Peraturan 13 Lemparan Bebas                      
14.  Peraturan 14 Lemparan 7Tn                      
15.  Peraturan 15 lnstruksi Umum untuk Melakukan Lemparan      
16.  Peraturan 16 Hukuman-hukuman                      
17.  Peraturan 17 Wasit                              
18.  Peraturan 18 Pencatat Waktu clan Pencatat Skor          
19.  Isyarat Tangan

Lampiran

PERATURAN 1 : LAPANGAN PERMAINAN
1. Lapangan berbentuk empat persegi panjang, Panjang : 40m dan lebar 20m.
2. Gawang memiliki Tinggi 2m dan lebar 3m, di cat bergaris-garis dengan 2 warna berbeda. Garis gawang lebar 8cm, semua garis lain 5cm


DETAIL GAWANG



PERATURAN 2: WAKTU BERMAIN, BEL AKHIR & TIME OUT1. Waktu permainan adalah :
a. 16 th atau lebih    2x 30 menit
b. 12 - 16 th 2 x 25 menit
c. 8-12 th 2 x 20 menit
d. Waktu Isfirahat    10 menit
e. Overtime (Setelah istirahat 5 menit dari waktu pergantian normal), 2 x 5 menit dengan istrihat antar babak 1 menit.
2. Adu penalty untuk menentukan pemenang:
a. Lemparan dari garis 7m
b. Pelempar 5 orang pemain (kiper bisa dipilih bebas) dan pemain yang terkena diskualifikasi/dikeluarkan dapat berpartisipasi
c. wasit menentukan gawang yang di pakai
d. wasit melakukan lempar koin dan team pemenang memilih akan rnefernpar. pertama atau terakhir
3. Time Out normal 1 menit 1 x setiap paruh waktu tiap tim.

PERATURAN 3: BOLA
Ukuran keliling dan berat Bola
a.    Pria dewasa dan remaja putra 16th ke atas : 58-60 cin / 425-475 gr (IHF3)
b.    Wanita dewasa, remaja putri diatas 14th, remaja pria 12-16th : 54-56 cm / 325-375 gr (IHF 2)
c.    Anak putri 8-14th dan anak putra 8-12th : 50-52 cm / 290-330 gr (IHF 1)

PERATURAN 4: TIM, PERGANTIAN PEMAIN DAN PERLENGKAPAN.
1. Permainan 7 lawan 7 termasuk satu penjaga gawang. Pada saat awal permainan, minimal pemain dalam sebuah tim adalah 5 orang. Jumlah maksimum Official selama permainan berlangsung adalah 4 orang. Penjaga gawang dapat bermain dalam lapangan setiap saat demikian pula bagi setiap pemain di lapangan dapat menjadi penjaga gawang setiap saat.

2. Pergantian pemain :
a. Bebas (berkali-kali di daerah pergantian/garis pergantian)
b. Pemain yang digantikan hrs sudah meninggalkan lapangan terlebih dahulu.
c. Pemain yang melakukan pelanggaran akan terkena skors 2 menit untuk pemain tersebut
d. Ada tambahan skors 2 menit apabila pemain tersebut di atas melanggar kembali
e. lempatan bebas bagi lawan.
3. Nomor kaos / seragam 1-20 dengan karakteristik bagian belakang 20cm dan depart 10cm.
Semua pemain yang berperan sebagai penjaga gawang dalam tim harus menggunakan wama yang sama, warna yang dapat dibedakan dari pemain lapangan dari kedua tim dan penjaga gawang dari tim lawan.

4. Daerah Pergantian Pemain

Daerah pergantian pemain adalah masing-masing berukuran 4,5 m dari garis tengah. Tempatnya sesuai dengan area tim pada waktu bertanding. Contohnya kalau tim A di sebelah kanan maka tim tersebut akan melakukan pergantian di area sebelah kanan dari garis tengah, begitu sebaliknya.


PERATURAN 5: PENJAGA GAWANG

a. Selama waktu pertandingan penjaga gawang dapat bermaln dalam lapangan setiap saat dan pemain pun dapat menjadi penjaga gawang setiap saat.

b. Penjaga gawang diperbolehkan
1. Memperlakukan bola selama masih di dalam area gawang
2. Meninggalkan area gawang tanpa Bola
3. Meninggalkan area gawang dengan Bola.
c. Penjaga gawang tidak diperbolehkan :
1. Meninggalkan area gawang dengan bola ditangannya (mengacu pada Lemparan Kiper
2. Menyentuh bola ketika bergerak atau berputar di luar area gawang ketika penjaga gawang berada di dalam area gawang
3. Mengambil bola kedalam area gawang ketika bergerak dan berputar di lantai diluar area gawang
4. Memasuki area gawang dari area bermain dengan bola
5. Menyentuh bola dengan kaki ketika bola sedang diam atau bergerak di area gawang atau bergerak keluar kearah area bermain
6. Melintasi garis pertahanan penjaga gawang (sepanjang 4m) bola jatuh ketangan lawan yg melakukan lemparan 7m.

PERATURAN 6: WILAYAH GAWANG
1. Hanya seorang Kiper yang diijinkan berada di wilayah.gawang,
2. Ketika Pemain memasuki wilayah gawang :
a. Lemparan Kiper ketika pemain tim yang menyerang memasuki wilayah gawang dengan mendapatkan keuntungan dengan masuknya ke wilayah gawang.
b. Lemparan bebas ketika .pemain dari tim yang bertahan memasuki wilayah gawang tanpa merusak kesempatan tim lawan mencetak skor.
c. Lemparan 7m ketika pemain dari tim yang bertahan memasuki wilayah gawang dengan merusak kesempatan tim lawan mencetak skor.
3. Diperbolehkan memasuki wilayah gawang tanpa menguasai bola / setelah memainkan bola sepanjang tidak menciptakan kerugian bagi tim lawan.
4. Bola yang bergulir didalam wilayah gawang, menjadi penguasaan dan penjaga gawang. Jika ada pemain tim yang sama dengan penjaga gawang menyentuh bola di wilayah tersebut maka akan di kenakan lemparan bebas.
5. Sebuah bola yang telah kembali dari liar wilayah gawang masuk kembali ke dalam wilayah pertandingan maka bola slap dimainkan kembali.


PERATURAN 7: MEMAINKAN BOLA BERMAIN PASIF
1. Memainkan bola yang diperbolehkan adalah melempar, menangkap, rnenghentikan, mendorong atau menggelindingkan bola dengan tangan, lengan, badan, paha atau lutut.
2. Memegang bola hanya diijinkan maksimum 3 detik.
3. Mengambil maksimum 3 langkah dari bola dan dianggap 1 langkah bila satu kaki digerakkan dari satu tempat ketempat lainya dan kernudian satu kaki lainnya tetap menjadi tumpuan.
4. Berlari atau berdiri diperbolehkan
a. memantulkan bola dan kembali menangkapnya
b. menggiring / mendrible
c. mengelindingkan bola
d. memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lain dalam 3 detik   dan tidak lebihdari 3 langkah

Hal yang tidak diijinkan:
a. menyentuh bola dengan kaki kecuali bola telah dilempar
b. pemain bergerak dengan bola diluar lapangan pertandingan dengan satu/dua kakinya dengan bola masih didalam lapangan, lemparan kedalam
5. Bermain Pasif (memegang bola tanpa membuat gerakan apapun untuk menyerang untuk mencetak gol, menunda-nunda dalam melakukan eksekusi dalam melakukan lemparan dan dihadiahi lemparan bebas tim lawan dari tempat dimana bola tersebut keluar.

Peraturan 8 : Penalti dan permainan tidak sportif
1. Hal - hal yang diijinkan :
a. menggunakan telapak tangan dan tangan dalam menguasai bola.
b. rnerentangkan tangan saat, bola melewati-tim. lawan adalah tidak dalam penguasaan bola.
c. menggunakan badan untuk menghalangi lawan
d. bodi kontak dengan lawan
2. Hal - hal yang tidak diijinkan:
a. menarik atau memukul bola dengan tangan lawan
b. menghalangi laju lawan dengan tangan dan kaki
c. menarik atau menahan, mendorong, lari atau melompat ke arah lawan
d. membahayakan lawan
3. Aturan kekerasan diatur dengan diberi lemparan bebas atau lemparan 7m dan bagi perseorangan diawali dengan peringatan, diikuti pernberian hukuman dan diskualffikasi.
4. Seorang pemain tidak diperkenankan membahayakan lawan ketika lawan tersebut sedang menyerang,

PERATURAN 9: MENCETAK GOL
Gol dicetak jika bola secara keseluruhan telah melewati garis gawang. Dan gol tidak dianggap sah bila gol berasal dari Seorang atau sesuatu yang tidak berpartisipasi pads pertandingan

PERATURAN 10 LEMPARAN AWAL
1. Saat memulai pertandingan, Lemparan awal diambil oleh tim yang menang dalam lempar koin dan memutuskan memulai permainan dengan memilih bola di posisinya.
2. Lemparan awal di babak kedua diambil oleh tim yang tidak melakukannya di babak pertama.
3. Setelah terjadi gol, lemparan awal oleh tim yang kemasukan gol.
4. Lemparan awal dari arah mana saja di tengah lapangan dengan toleransi garis pinggir sekitar 1,5m. Dan harus dilakukan dalarn 3 detik.
5. Taman satu tim dari pelempar tidak diperbolehkan untuk melewati garis tengah sebelum ada peluit dari wasit,
6. Dalam kasus lemparan bebas Setelah terjadinya gol, lawan diijinkan untuk berada di kedua area lapangan, tetapi harus 3m dari pemain yang melakukan lemparan bebas.

PERATURAN 11 : LEMPARAN KEDALAM
1. Lemparan kedalam diberikan saat bola sudah sepenuhnya melewati garis samping, dan bola menyentuh langit-langit atau instalasi atas lapangan
2. Lemparan kedalam dilakukan tanpa peluit dari wasit
3. Lemparan kedalam dilakukan dari tempat dimana bola melewati garis samping atau melewati luar.garis gal dari persimpangan garis samping. dan luar garis gol di sisi.
4. Pelempar harus berdiri dengan kaki di garis sampai bola lepas dari tangannya.
5. Saat lemparan kedalam dilakukan, lawan tidak boleh mendekat lebih dari 3m dari pelempar, tetapi diperbolehkan berdiri di luar garis area walau jarak kurang dari 3m.

PERATURAN 12: LEMPARAN KIPER

1. Lemparan Kiper dilakukan :
a. Pemain lawan memasuki area pertahanan dan melakukan pelanggaran
b. Kiper sudah menguasai bola dan bola tidak bergerak dilantai area gawang
c. Pemain-lawan telah menyentuh bola saat bola tersebut menggelinding atau diam di lantai di area gawang
d. Saat bola melewati garis luar gawang setelah terakhir disentuh pleh kiper atau pemain dari tim lawan.
2. Lemparan Kiper tanpa peluit dari wasit.

PERATURAN 13 : LEMPARAN BABAS
1. Jika Tim yang memegang bola melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan bola dan tim lawan melakukan pelanggaran yang menyebabkan tim tersebut kehilangan kepemilikan-bola.
2. Lernparan bebas tanpa peluit dari wasit dan bertempat dimana pelanggaran dilakukan.
3. Jarak lawan dari pelempar harus setidaknya 3m.

PERATURAN 14 : LEMPARAN 7 METER

1. Lemparan 7 meter diberikan saat :
a. Kesempatan mencetak angka dihancurkan oleh tim lawan secara illegal
b. Peluit tidak sah saat kesempatan emas mencetak angka
c. Kesempatan emas mencetak angka dihancurkan karena partisipasi orang yang tidak ada hubungannya dengan permainan atau karena kesalahan teknis.
2. Lemparan 7m dilaksanakan 3 detik setelah peluit dari wasit.
3. Pemain yang melakukan Lernparan 7m harus mengambil posisi. Dibelakang garis 7m, tidak lebih jauh dari 1 m dari garis tersebut.
4. Taman satu tim pelempar harus memposisikan diri diluar garis lemparan bebas jika melanggar lemparan bebas bagi lawan ,
5. Lemparan 7m diulang kembali jika kiper melewati garis 4m sebelum bola lepas dari tangan pelempar (kecuali terjadi goi)
6. Tidak diijinkan mengganti kiper setelah si pelempar sudah siap untuk melaksanakan lemparan 7m.

PERATURAN 15 : INSTRUKSI UMUM UNTUK PELAKSANAAN LERMPARAN
1. Pelempar harus memposisikan posisi yang benar untuk melempar.
2. Teman si Pelempar harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan yang dipermasalahkan.
3. Pemain bertahan harus mengambil posisi untuk menentukan lemparan dan tetap di posisi yang benar sampai bola meninggalkan tangan si pelempar.


PERATURAN 16A : HUKUMAN
1. Peringatan apabila:
a. Kecurangan dan. Pelanggaran
b. Kecurangan berkali-kali
c. Kelakuan yang tidak sportif dari seorang pemain atau official tim
2. Skorsing 2 menit apabila :
a. Kesalahan pergantian pemain
b. Kecurangan yang diulang
c. Kelakuan tidak sportif dari pemain
d. Kelakuan tidak sportif dari official
e. Konsekwensi dari suatu diskualifikasi dari suatu official dan pemain
f. Kelakuan tidak sportif seorang pemain sebelum permainan dimulai setelah skorsing 2 menit (akumulasi)
g. Skorsing 2 menit untuk ketiga kalinya pada pemain yang sama akan dikeluarkan.

3. Diskualifikasi apabila:
a. Kelakuary tidak sportif oleh setelah tim trendepat peringatart'dart skors 2 menit
b. Kecurangan membahayakan keselamatan lawan
c. Kelakuan tidak sportif dari tim di luar lapangan
d. Menyerang pemain sebelum pertandingan
e. Menyerang tim
f. 3x skors .pada -pemain yang. Sama

4. Pengeluaran apabila :
a. Seorang pemain bersalah melakukan tindakan kasar
b. Harus keluar dari lapangan pertandingan dan tidak boleti digantikan oleh pemain lain
5. Skorsing 4 menit apabila pemain yang diberi skorsing 2 menit jugabersalall akan tindakan tidak sportif yang dilakukan sebelum permainan dimulai. 'Tetapi jika untuk ketiga kalinya akan didiskualifikasi.

PERATURAN 16B : PELANGGARAN DI LUAR WAKTU PERTANDINGAN SEBELUM PERTANDINGKAN
a. Peringatan
b. Diskualifikasi- (pengulangan. skorsing)
Setelah pertandingan akan ditulis dalam laporan tertulis

PERATURAN 17 : WASIT
1. 2 orang Wasit dengan hak yang sama akan memegang pimpinan di setiap pertandingan dan mereka dibantu oleh seorang pencatat waktu dan pencatat skor.
2. Pakaian seragam berwarna hitam diharapkan diutamakan untuk wasit.

PERATURAN 18 : PENCATAT WAKTU DAN SKOR
1. Pencatat waktu memiliki tangg.ung, jawab yang utama untuk waktu pertandingan, waktu istirahat, waktu pengskoran dan penundaan pemain.
2. Pencatat skor memiliki tanggung jawab utama untuk daftar nama tim, lembar skor, mencatat pemain yang tidak berhak untuk berpartisipasi. Tugas lain seperti memeriksa para pemain dan offisiai tim di area pergantian dan keluar masukriya pernain pengganti
3. Jika tidak ada papan skor maka pencatat waktu harus menjaga untuk memberitahu tim yang bermain tentang waktu yang sudah dimainkan, sisa waktu dan waktu istirahat.
4. Namun jika ada papan skor maka pencatat waktu harus memberikan tanda akhir di pertengahan waktu dan akhir pertandingan.

Semoga Bermanfaat 
Sumber : http://abti.papanreklame.com/index.php?option=com_content&view=article&id=75&Itemid=93&lang=en

Teknik Dasar Permainan Bola Tangan

  • Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
    Latihan dribbling harus dilakukan secara sistematis, maksudnya diawali dengan gerakan yang lambat ke gerakan yang lebih cepat atau dari yangmudah, kemudian setelah gerakan tersebut sedah dikuasai gerakan ditambah dengan gerakan-gerakan yang lebih sulit. Suatu bentuk sistematika dribbling antara lain:  
    1. Drible harus dengan satu tangan
    2. Drible harus dengan berganti-ganti tangan yang memenatulkan bola. 
    3. Drible zig-zag. 
    4. Drible – vivot – drible zig-zag. 
    5. Bodweaving – drible zig-zag 

      Cara melakukan gerakan drible:
    1. Bola dipantulkan dengan satu tangan.
    2. Bola dipantulkan kira-kira 1meter di depan pemain yang sedang bergerak atau berlari kedepan
    3. Memantulkan bola dengan cara melecutkan pergelangan tangan yang terakhir menyentuh ujung-ujung jari tangan.
  • Teknik Melempar Bola
    Cara melempar bola dapat dilakukan dengan dua tangan dan tergantung pada variasi yang digunakan:
    1. Lemparan dari atas kepala (over head pass)
    2. Lemparan dada (over chest pass) 
    3. Lemparan dari bawah lengan (over underhand pass) 
Cara melempar bola dengan satu tangan paling sering dilakukan karena lemparan ini secara relative sangat mudah, cepat dan terarah. Macam-macam lemparan satu tangan adalah:
    1. Lemparan dari atas bahu (javelin pass)
    2. Lemparan dari samping badan (side pass)  
    3. Lemparan dari belakang badan ( reverse pass)
  • Teknik Menembak Bola
    1. Menembak saat meloncat ke depan (the dive shot)
      Menolakkan kaki didepan garis gawang kemudian meluncurkan badannya kedepan arah gawang lawang sehingga seluruh badannya melayang diudara. Bola dipegang dengan satu tangan diatas bahu, bola dilepaskan pada saat mencapai titik tertinggi dari hasil lompatan ke depan.
    2. Menembak sambil menjatuhkan diri (the fatal shot)
      Bola dipegang dengan satu tangan lalu badan dicondongkan kedepan atau kesamping dan dilanjutkan dengan gerakan melepaskan tembakan. Setelah bola lepas dari lengan, penembak mendaratkan badannya dilanjutkan dengan gerakan menggulingkan badan
    3. Menembak saat bola keatas (the jump shot)
      Sebelum menembak, penembak bola melakukan gerakan melompat keatas dengan maksud menembakkan bola melewati ats kepala atau lengan lawan. Penembak mendaratkan kakinya disekitar dimana ia menumpuh atau melompat pada awal gerakan. 
    4. Menembak saat melayang (the flying shot)
      Aspek penting yang diperhatikan ialah irama langkah. Pemain harus dapat menangkap dan menguasai bola dengan baik dan kemudian melakukan awalan tiga langkah yang diizinkan sebelum melompat pada waktu langkah terakhir. Pada waktu melakukan lompatan, pemain harus dapat mengkonsentrasikan diri untuk melompat cukup jauh ke depan dan juga melepas bola. Menembak dengan cara ini, memberi keuntungan bagi penembak yaitu memperpendek jarak lemparan dan juga daya tembaknya akan lebih bertenaga atau lebih keras. Dalam melakukan flying shot ini, harus diperhatikan 3 unsur pokok yaitu: awalan (irama langkah), ketinggian lompatan, dan jarak. 
    5. Menembak bola dengan sikap berdiri (the standing throw shot)
      Tembakan ini sangat sederhana dan kemungkinan berhasilnya sangat kecil, karena lemparan ini memberikan kesempatan lawannya untuk mempertahankan gawangnya. Pada waktu menembak dianjurkan untuk menembak ke bawah atas panggul dan memantulkan bola didepan gawang agar sulit ditangkap penjaga gawang.
    6. Menembak dari samping badan (the side throw)
      Menembak dari samping diakhiri dengan gerakan pura-pura untuk memperdaya lawan sehingga bergerak kearah yang salah dan membuka ruang yang keras untuk dapat menembakkan bola. Cara ini dilakukan apabila terhalang oleh lawan sehingga tidak dapat bekerjasama dengan temannya
  • Teknik Menangkap Bola
    Menangkap bola umumnya menggunakan dua tangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangkap bola adalah, sebagai berikut:
    1. Posisi menghadap kearah sasaran atau bola. 
    2. Posisi kedua tangan dijulurkan lurus ke depan. 
    3. Posisi badan agak condong ke depan. 
    4. Posisi kaki agak sedikit dibuka. 
Macam-macam jenis tangkapan dalam bola tangan:
    1. Tangkapan dua tangan dari atas
    2. Tangkapan dua tangan dari didepan
  • Taktik Dalam Permainan
    Pola pertahanan
    1. Pertahanan man to man : pertahanan ini dilakukan bila lawan menguasai bola, dan pemain bertahan segera menjaga dengan ketat pemain penyerang yang memasuki daerahnya dengan cara satu lawan satu.
    2. Pertahanan zone defence (pertahanan daerah): setiap pemain bertahan bertanggung jawab menjaga daerah pertahanan masing-masing yang telah dibagi. 
Pola penyerangan
    1. Pola pertahanan man to man, maka untuk penyerang mnenggunakan pola blocking dan screeving.
    2. Pola pertahanan daerah, maka penyerang menggunakan pola serangan dengan membentuk formasi 4-2, 3-3 atau 3-2-1.  
    3. Serangan balik cepat (conter attack)
 Semoga Bermanfaat

Sarana dan Prasarana Permainan Bola Tangan

1.  Lapangan
     Lapangan berbentuk empat persegi panjang berukuran:
     •  Panjang lapangan : 40 meter
     •  Lebar lapangan : 20 meter
     •  Garis pembatas lapangan : 5 cm
2.  Gawang
     Tiang gawang harus berbentu persegi panjang dengan ukuran 8x8 cm, sedangkan
     ukuran gawang adalah sebagai berikut:
     • Tinggi gawang: 2 meter
     • Lebar gawang : 3 meter 
3.  Daerah gawang
     Daerah gawang dibuat garis panjangnya 3 meter, pada jarak 6 meter (akhir) dan
     ujungnya dihubungkan dengan garis gawang, dengan membentuk seperempat
     lingkaran dengan jari-jari 6 meter diukur dari tiang gawang. 
4.  Garis lempar bebas
     Garis lempar bebas dibuat dengan panjang 3 meter, dibuat pada jarak 9 meter
     dari garis gawang, dan ujungnya dihubungkan pada garis gawang membentuk
     seperempat lingkaran, berjari-jari 9 meter diukur dari tiang gawang
5.  Garis tembakan hukuman
     Garis tembakan hukuman atau garis pinalty sejauh 7 meter dari garis gawang dan
     panjangya 1 meter sejajar dengan garis gawang. 
6.  Bola
     Bentuk bola harus berbentuk bulat berwarna tunggal (satu warna), bagian luarnya
     terbuat dari kulit atau dari karet atau bahan sintetis lainnya.
     Bola berukuran:
     •  Untuk putra : berat bola: 425 – 475 gram
         Diameter : 58 – 60 cm.
     •  Untuk putri : berat bola: 325 – 400 gram.
         Diameter : 54 – 56 cm. 
7.  Lama permainan
     Lama permainan dibagi menjadi 2 babak yaitu:
     • Untuk putra : 2x30 menit dengan waktu istirahat 10 menit.
     • Untuk putri : 2x 25 menit dengan waktu istirahat 10 menit. 
8.  Wasit
     Pertandingan bola tangan dipimpin oleh 2 orang wasit, kedua wasit mempunyai
     wewenang yang sama dibantu oleh pencacat waktu.

Semoga Bermanfaat

Sejarah Bola Tangan Di Indonesia



Bola tangan yang sudah dikenal saat ini ada tiga macam yaitu bolatangan dengan 11 pemain, yang dimainkan di lapangan seukuran lapangan sepak bola, bolatangan pantai dengan 4 pemain, bolatangan dengan 7 pemain yang dimainkan di dalam ruangan atau disebut juga bola tangan indoor.

Pada masa lalu, permainan bola tangan mempunyai banyak penggemarnya di Indonesia, khususnya pelajar dan mahasiswa. Bentuk permainan bola tangan yang dimainkan ialah bola tangan 11 pemain (Outdoor/field handball) dan dilakukan dalam kegiatan intra kulikuler maupun ekstra kuliler. Pada masa itu juga cukup banyak pertandingan diselenggarakan, baik oleh perguruan tinggi maupun oleh organisasi mahasiswa. 

Permainan bola tangan pernah mengisi acara pertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional, tetapa hanya pada PON ke II yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1951. Peserta pertandingan pada watu PON II tersebut, hanya terdiri dari empat daerah yaitu : Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Selain dalam PON, permainan bola tangan juga pernah mengisi acara dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) yang sekarang berubah namanya menjadi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Bola tangan pernah dipertandingkan pada POM ke V yang diselenggarakan di Medan pada Tahun 1960. 

Akan tetapi permainan bola tangan ini hanya bertahan sampai akhir orde lama (1965-1966) dan kemudian secara perlahan permainan bola tangan mengalami kemunduran dan akhirnya menjadi tidak populer lagi

Semoga Bermanfaat

Perkembangan Permainan Bola Tangan di Dunia

Sampai saat pecahnya perang dunia ke II, saat itu hanya dikenal satu bentuk permainan bola tangan, yang dimainkan oleh 11 pemain pada setiap regunya serta dimainkan di lapangan terbuka (outdoor) atau dilapangan sepak bola. Namun setelah perang dunia II berakhir, terjadi perubahan yang radikal mengenai permainan bola tangan. Di Eropa Utara, permainan bola tangan muncul kembali dalam bentuk yang baru dan langsung menjadi popular yaitu indoor handball (permainan bola tangan yang dimainkan dalam ruangan). Jumlah pemain dari setiap regu masing-masing 7 pemain ditambah sejumlah cadangan.

Sampai tahun 1952, field handball (bola tangan 11 pemain) lebih banyak di gemari, sedangkan indoor handball (bola tangan 7 pemain) hanya dimainkan di Negara-negara Scandinavia. Akan tetapi, dari sejak itu, Indoor Handball mengalami kemajuan yang pesat dalam perkembangannya dan akhirnya menjadi suatu bentuk permainan yang lebih banyak dimainkan di seluruh dunia. Sedangkan bola tangan 11 pemain, walau sampe saat ini masih tetap dimainkan, tetapi hanya di Eropa tengah (namun bola tangan 7 pemain juga dimainkan). Di lain tempat terkecuali di Amerika Utara, permainan bola tangan 11 pemain tidak mengalami perkembangan.

Permainan bola tangan 7 pemain berkembang dengan pesat dan bertambah popular, karena pola pemainnya sangat menarik. Permainan berlangsung dengan tempo yang sangat cepat, dinamis disertai taktik dan teknik yang spektakuler (sangat menarik) dari para pemain dan juga bolanya dan kemudian diakhiri dengan gerakan menembak yang di lakukan dengan cepat, keras dan tepat.selain itu patut diperhatikan pula keberanian dan ketangkasan penjaga gawang dalam usahanya menjaga gawangnya. Hasil penelitian dari pelatih-pelatih nasional di Negara-negara maju menunjukkan serta membuktikan bahwa permainan bola tangan merupakan permainan beregu yang kedua tercepat di dunia setelah hoki es.

Kejuaraan dunia pertama dari permainan bola tangan 7 pemain (I.H.F indoor handball) diselenggarakan pada tahun 1954. Regu Swedia berhasil keluar sebagai pemenang. Tiga tahun kemudian kejuaraan dunia untuk putri yang pertama kali diselenggarakan dan regu Chekoslowakia (kini Rep. Ceko) berhasil menjadi juara. Pada olimpiade Munchen (Jerman) 1972 permainan bola tangan dimasukkan kembali dalam acara pertandingan setelah vakum sejak olimpiade Berlin (Jerman) 1936 dan olimpiade Helsinki (Finlandia) 1952. Dimana pada olimpiade Munchen tersebut regu Yugoslavia berhasil memenangkan medali emas.

Kemudian status permainan bola tangan disamakan seperti cabang olahraga popular lainnya di dunia. Hal ini terjadi pada waktu diselenggrakannya olimpiade Montreal (Kanada) 1976. Didalam olimpiade tersebut diselenggarakan secara bersama kejuaraaan untuk putra dan putri. Dalam kesempatan itu regu Uni Sovyet berhasil meraih medali emas baik regu putra maupun regu putri. Dan sejak  saat itu permainan bola tangan sudah rutin menghiasi acara disetiap pelaksanaan olimpiade sampai sekarang dan sudah mulai dikenal ditengah masyarakat.

Semoga Bermanfaat

Sejarah Bola Tangan International

Bola tangan adalah sebuah cabang olahraga permainan beregu yang menggunakan bola sebagai alatnya yang dimainkan dengan menggunakan satu atau kedua tangan dengan cara dilempar, dipantulkan, ditangkap atau ditembakkan. Secara aturan bolatangan adalah sebuah cabang olahraga permainan yang menggunakan bola sebagai alatnya dengan tujuan memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mencegah agar tim lawan tidak dapat memasukkan bola ke gawang sendiri.

Olahraga bola tangan merupakan salah satu olahraga yang sampai saat ini dapat ditelusuri kebenaran sejarahnya dan telah berusia sangat tua. Sebuah fakta yang meyakinkan telah menunjukkan bahwa seorang laki-laki akan senantiasa lebih mahir menggunakan tangan di bandikan kakinya. Sebagai mana telah diklaim oleh sejarawan olahraga terkenal, ia memainkan bola tangan jauh lebih awal dari pada sepak bola, walaupun dengan peraturan yang masih kuno. Permainan bolah tangan yang dimainkan pada masa Yunani kuno merupakan sebuah isyarat terciptanya sebuah bola tangan modern. Dimana bentuk permainan dan peraturan masih sangat berbeda. Permainan “urania” yang dimainkan oleh orang-orang Yunani kuno (yang digambarkan oleh Homer dan Odyssey) dan Harpaston yang dimainkan oleh orang-orang Romawi yang bernama Claudius Galenus (130-200 Masehi). Sebagai mana dalam “Fangballspiel” atau permainan “tangkap bola” yang di perkenalkan dalam sebuah lagu oleh seorang penulis puisi Jerman bernama Walther Von der Volgelwiede (1170-1230 M), dimana sebuah keterangan tersebut merupakan tanda-tanda pasti yang biasa digambarkan sebagai bentuk kuno dari permainan bola tangan. 

Di Perancis, seorang yang bernama Rabelais (1494-1533) menggambarkan bentuk permainan bola tangan dengan “mereka bermain bola tangan menggunakan telapak tangan mereka”. Lebih jauh lagi, pada tahun 1793 masyarakat Inuit yang hidup di dataran hijauh menggambarkan dan membuat ilustrasi permainan bola dengan menggunakan tangan. Pada tahun 1848 seorang administrasi olahraga Demmark memberikan izin untuk “permainan bola tangan” agar dimainkan di sekolah lanjutan di Ortup Demmark dan mendorong untuk segerah menyertakan aturan dalam permainan bola tangan.

Bola tangan modern dimainkan pada abad 19 di kota Danish di bagian Nyborg, Demmark pada tahun 1897, yang mempelopori bola tangan namun pendiri bola tangan justru pakar pendidikan jasmani yang memindahkan bola tangan lapangan pada pergantian abad yang berdasarkan dua bentuk permainan “Raffbal” (bola tangkap) dan “Kӧnigsbergerball. Di Swedia Wallstrӧm juga memperkenalkan permainan bola tangan di negaranya pada tahun 1910. Pada tahun 1912 seorang kebangsaan Jerman Hirschman mencoba menyebarkan bola tangan lapangan untuk pertama kali. Tahun 1919 seorang guru olahraga di Berlin, Dr. Karl Schelenz memperkenalkan bentuk permainan bola tangan di lapangan besar (cutdoor) di beberapa Negara Eropa. Kemudian ia mengembangkan peraturan-peraturan bola tangan yang hingga saat ini dikenal sebagai salah satu pendiri bola tangan lapangan.
Pada tahun 1926, dalam sebuah pertemuan di kota Hague, Kongres Federasi Atletik Amatir Internasional, mengusulkan pada peserta kongres untuk menyusun peraturan Internasional dari bola tangan lapangan.

Pada tahun 1928 International Amateur Handball Federation (IAHF) bertepatan dengan Olimpiade Amsterdam dengan ketua Avery Brundage dari Amerika. Setelah tahun 1936 untuk pertama kali di selenggarakan kejuaraan dunia bola tangan di Jerman. Akhirnya pada tahun 1946 usulan dan undangan Denmark dan Swedia delapan Negara mendeklarasikan Federasi Bola Tangan Internasional atau International Handball Federation (IHF). Delapan negara tersebut adalah Denmark, Finlandia, Perancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Swiss, Swedia. Sampai tahun 2003 IHF memiliki jumlah peserta sebanyak 150 peserta Negara dengan 80.000 klub dan 19 juta atlet putra maupun putri.

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 20 April 2013

Sejarah Tenis Meja (Internasional)


Tenis meja adalah suatu olahraga yang termasuk bola kecil permainan ini biasa dimainkan di dalam ruangan (Indoor). Permainan tenis meja atau pingpong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) yang berlawanan. permainan ini menggunakan Permainan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja.

Permainan tenis meja mulanya dikenal sebagai hiburan ringan bagi masyarakat.namun dari mana asal permainan ini kapan dan siapa yang mula-mula menciptakannya, diperoleh keterangan dari beberapa sumber sebagai berikut :

  1. Pada zaman purbakala, di Iran permainan ini menggunakan kayu untuk memukul bola dari usus binatang yang di isi angin. 
  2. Bangsa Prancis pada abad ke XII, bolanya terbuat dari kertas diktat dan dipukul dengan tangan. 
  3. Bangsa India, menggunakan bola bersayap bulu dan pemukulnya kayu yang dibungkus dengan kulit binatang menjangan. 
  4. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓;Pinyin : pīngpāng qiú) 
  5. Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan ini berasal dari inggris.berasal dari permainan tenis kuno pada abad pertengahan seperti ’gossima dan whiff whaff” dikembangkan oleh angkatan bersejata Inggris yang berkedudukan di India sebagai rekreasi di waktu senggang. Meja yang di gunakan belum ada ukuran dan net terbuat dari tali sepatu boat, alat pemukulnya terbuat dari serpihan kayu yang menyerupai raket seperti yang di gunakan  untuk bermain tenis. 
  6. Pada abad ke 19 sudah digemari di Inggris dan Eropa. Di Amerika serikat sudah mulai banyak dilakukan. Pada waktu di beri nama “gossima” atau “ping-pong”.
Pada tahun 1990 permainan tenis meja disempurnakan oleh negara-negara Eropa Barat. Permainan ini menjadi popular pada tahun 1905 E.C. Goode dari London memperkenalkan raket dengan permukaan karet. Tanggal 15 januari 1926 atas perkasa Dr. Georg Lehnman dari Jerman di bentuk satu organisasi tenis meja tingkat internasional dengan singkatan ITTF (International Table Tennis Federation) dengan presiden nya Hon Ivor Montagu dari Inggris. Negara –negara anggotanya pada waktu itu adalah :

  1. Inggris. 
  2. Jerman 
  3. Polandia 
  4. Perancis 
  5. Cekoslavia 
  6. Swedia 
  7. India 
  8. Jepang
Pada tahun (1926) diadakan kejuaraan Eropa bertempat di Memorial Hall Street dengan peserta :

  1. Austria  
  2. Cekoslowakia 
  3. Denmark 
  4. Inggris 
  5. Jerman 
  6. Hungaria 
  7. India 
  8. Swedia 
  9. Wales
Tanggal 12 Desember 1926 negara-negara Eropa dianggap atau dijadikan sebagai kejuaraan dunia pertama.  Tahun 1939 terdaftar 28 Asosiasi/Negara sebagai anggota ITTF. Selajutnya kejuaraan dunia diadakan setahun sekali hingga ke 13 tahun 1938, sampai tahun 1945 tidak dapat di lanjutkan karna perang dunia. Baru pada tahun 1946 kejuaraan dunia yang ke 14 di Paris (Perancis) sampai 1955. Sejak itu terjadi perubahan menjadi 2 tahun sekali hingga ke 41 tahun 1991 di Chiba, Jepang. Pada tahun 1991 terjadi perubahan dalam system pertandingan untuk beregu putra yang biasanya mempertandingan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahanya sendiri dilakukan pada tahun 1989, yaitu pada kongres ITTF, setelah final kejuaraan dunia pada waktu itu antara cina dan Swedia yang berlangsung hampir 6 jam. 

Semoga Bermanfaat

Sejarah Tenis Meja di Asia dan Indonesia


Permainan tenis meja memasuki asia melalui RRC, Jepang dan Korea. Permainan ini masuk ke asia selain India tahun 1910. Namun usaha – usaha terorganisir  untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombai pada bulan februari tahun 1952. Negara-Negara asia memutuskan untuk membentuk Federasi Tenis Meja Asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan The Table Federation of Asia. Federasi ini telah menyelenggarakan dengan sukses 10n kejuaraan Asis yaitu :



  1. di Singapura tahun 1952 
  2. di Tokyo tahun 1953 
  3. di Singapura tahun 1954 
  4. di Manila tahun 1957 
  5. di Bombay tahun 1960 
  6. di Manila tahun 1963 
  7. di Seoul tahun 1964 
  8. di Singapura tahun 1967 
  9. di Jakarta tahun 1069 
  10. di Nagoya tahun 1970

Pada bulan maret 1972 perwakilan dari asosiai tenis meja cina, DPR Korea dan jepang bertemu khusus untuk mengamil inisiatif mengadakan pertemuan pendahuluan dilakukan dan dihadiri oleh delegasi dari 16 negara yaitu : kamboja, Cina, DPR Korea, Iran, Irak, Jepang, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Nepal, Pkistan, palestina, singapura, srilanka, siria dan Vietnam.



Pertemuan itu membentuk Asian Table Tennis Union (ATTU) pada tanggal 7 mai 1972. Pertemuan itu menerima komunike dan anggaran dasar searta memilih pengurus ATTU. Kejuaraan pertama dimasa ATTU di Beijing bulan September 1972. 6 kongres ATTU dan kejuaran asia diselenggarakan dengan sukses di :



  1. Beijing 
  2. Yokahama 
  3. Pyong-yang
  4. Kuala Lumpur 
  5. Calcuta 
  6. Jakarta, sejak tahun 1972 sampai 1982

Tujuan dari dibentuknya ATTU adalah :


  • Untuk mempererat tali persaudaraan antar pemain tenis meja dan rakyat dari Negara-negara dan memperdalam hubungan persahabatan dengan benua-benua lain. 
  • Untuk mempertinggi popularitas, pengembangan dan prestasi tenis meja di Asia.
Permainan tenis meja di Indonesia dikenal pada tahun 1903. Pada masa itu hanya golongan tertentu dari golongan pribumi yang dapat latihan. Pada tahun 1939 sebelum perang dunia pecah tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958  dalam kongresnya di Surakarta PPPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota TTFA. PTMSI sangat pesat perkembangannya dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan tenis meja  berdiri, misalnya di : PORDA, PON, POMDA, PORSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA dan lain-lain. Indonesia selalu diundang dalam kejuaraan kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961. 


Semoga Bermanfaat 

Sarana dan Prasarana Tenis Meja

  • Alat Pemukul (Bet)
    Terdiri dari kayu (wood) dan karet.
    Pemukul kayu (wood)
    Agar pemain berprestasi maksimal, maka pemukul kayunya sangat diperhatikan sesuai dengan tipe pemain begitu juga dengan karetnya.

Beberapa merek bet tanpa karet berikut karakteristiknya produksi buttefly :
  1. Tamca gergelyPantulanya cepat dibandingkan dari merek lain, beratnya 95 gram dibuat dari kayu cemara dan di campur dengan carbon dan plastic, cocok untu pemain-pemain serang cepat 
  2. Tamaropal
    Terdiri dari  satu lapis, terbuat dari kayu cemara, cocok untuk pemain cepat beratnya 100 gram.
  3. Power Drive
    Terbuat dari lapisan kayu pohon cemara berwarna gelap, beratnya 95 gram.
  • Karet
    Secara umum karet tenis meja dapat dibedakan atas 4 macam, yaitu :


    1. Hard pimpled rubber yaitu karet berbintik keluar tanpa spon. 
    2. Inverted (pips in) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik bintik menghadap ke dalam.  
    3. Sandwich (pips ot) sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapisi spon dengan bintik-bintik menghadap keluar  
    4. Anti topspin sponge rubber yaitu permukaan karet yang dilapsi spon yang berfungsi untuk menetralisir bola bola topspin yang tajam.
  • Standard Bet Tenis Meja
    1. Berat bet tenis meja kurang lebih : 150 gram
    2. Daun bet datar dan dan 85% dari kayu 
    3. Tebal bet busa karet biasa adalah 2 mm 
    4. Tebal bet karet bintik maksimal 4 mm 
    5. Tulisan ittf di karet bet
  • MEJA
  1. Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2,74 m, lebar 1,525 m, dan tinggi 76 cm. 
  2. Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun, asal dapat memantul bola dengan rata dijatuh kan dari 30 cm kembali keatas setingginya 23 cm. 
  3. Permukaan permainan harus berwarna gelap dan pudar ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja.
  • Net
    1. Tinggi net tenis meja : 15,25 cm 
    2. Jarak tiang dari net meja : 15,25 cm 
     
  • Bola
  1. Diameter bola tenis meja : 40 mm 
  2. Berat bola tenis meja : 25 gram
  3. Warna bola tenis meja : putih, orange dan tidak mengkilat
Semoga Bermanfaat

Teknik dasar Tenis Meja

Teknik dasar permainan tenis meja dapat dibedakan menjadi :
  • GRIP
  • STANCE 
  • STROKE 
  • FOOTWORK
  1. GRIP
    Dalam permainan tenis meja peganagan atau grip telah menimbulkan perbedaan bagi pelatih peganagan yang sering di pakai yaitu :
  • Shakehand grip
  • Penhold grip
Deskripsi Gerakan Fore Hand Drive 
  • Kaki kiri di depan 
  • Kaki kanan dibelakang ( bagi pemain tangan kanan, sedangkan pemain tangan kiri sebaliknya ) 
  • Badan menyorong ± 45 º dengan lutut di bengkokkan. 
  • Bet ditarik kesamping belakang. 
  • Kepala bet menghadap serong ketanah dengan lengan agak kebawah. 
  • Pergelangan tangan agak dibengkokkan.
Diskripsi Gerakan Back Hand Drive
  • Kakai berada didepan 
  • Kaki kiri berada dibelakang ( bagi pegangan tangan kanan, dan bagi tangan kiri sebaliknya ). 
  • Badan menyerong kekiri dan dan lutut dibengkokkan. 
  • Bet kesamping badan dekat pinggang sebelah kiri hingga lengan keatas 
  • Pergelangan tangan tidak dibengkokan 
-  Beberapa perbedaan antara Fore Hand dan Back Hand Drive
Walaupun pada dasar Back Hand Drive adalah kebaikan dari Fore Hand Drive, terdapat bebera perbedaan teknik pukulan, antara lain :
 
  • Pegangan sedikit berbeda. Khusus wanita menggunakan ibu jari kearah dalam bet (blade) untuk memperoleh extra support dalam melakukan  back hand drive. 
  • Ayunan tangan kebelakang lebih pendek agar lebih cepat tetapi pukulan tidak sekeras pada Fore Hand Drive. 
  • Posisi badan lebih dekat ke bola dari  pada Fore Hand Drive. 
  • Jangkuan Fore Hand Drive yang menyilang tubuh, sedangkan Fore hand tidak menyilang tubuh.
FLICK
Flick berarti  menjetik atau mencukil. Teknik pukulan ini di gunakan mengembalikan bola dekat dengan net dengan pukulan serang, teknik ini memerlukan feksibilitas yang baik dari pergelangan tangan.
Tahap – tahap melakukan flick
  • Posisi kaki kanan didepan untuk dapat mengembalikan bola yang ditempatkan dekat net.
  • Gerakan lengan harus pendek dan cepat 
  • Luruskan lengan pada akhir pukulan setelah memutar pergelangan tangan 
  • Pindahkan berat badan dari kaki belakang ke kaki depan.
  • Posisi bet harus vertical pada saat perkenaan bola.

Peraturan Permainan Tenis Meja


Permainan tunggal
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16 
Permainan ganda
  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 5
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
  • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 21, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 24-26, 22-24 
Poin Pada Tenis Meja
  • Jika lawannya gagal melakukan servis yang benar
  • Jika lawannya gagal mengembalikan bola dengan benar 
  • Jika sebelum bola dipukul oleh lawannya, bola menyentuh apa saja selain net sebelum dipukul oleh lawannya
  • Jika setelah dipukul oleh lawan (bola yang datang) bola telah berada di luar permukaan meja tanpa menyentuh meja
  • Jika lawanya mennyentuh bola 
  • Jika memukul bola dengan sisi daun raket yang tidak tertutupi karet atau tidak sesia dengan ketentuan
  • Jika lawan memukul bola dua kali secara berurutan
  • Jika lawanya atau apa saja yangdipakaiannya menggerakan permukaan meja
  • Jika lawannya atau apa saja yang dipakai menyentuh net
  • Jika tangan bebas lawanya memukul bola diluar dari urutannya
Suatu Let Tenis Meja 
  • Reli dinyatakan let 
  • Jika pada saat servis, bola melewati net dan menyentuhnya, kemudian bola masuk atau dipukul oleh penerima atau pasangannya
  • Jika servis dilakukan pada saat penerima atau pasangannya belum siap, dan baik penerima atau pasangannya belum siap, dan baik penerima atau pasangannya tidak berusaha memukul mengembalikan
  • Jika gagal melakukan servis atau mengembalikannya dengan benar, atau jika sesuai dengan peraturan bahwa hal tersebut disebabkan gangguan dari luar
  •  Jika permainan di stop oleh wasit atau pembantu wasit
Semoga Bermanfaat